Selasa, 16 Juli 2013

Jebakan Masa Muda

Banyak yang dibuat terlena karenanya, banyak yang tertipu dengan kesenangannya, dan terbuai dalam angan yang melalaikan. Kata mereka, "mumpung kita masih muda banyak-banyaklah bermimpi, lakukanlah segala hal yang ingin kau lakukan, ekspresikan segala emosi, dan bersenang-senanglah..."
Lebih kurang seperti itulah kata-kata yang sering diucapkan oleh sebagaian teman kita. Mereka bilang jalan kita masih panjang. Wahh.. pede sekali mereka. Bagaimana mereka bisa yakin bahwa mereka akan hidup selama yang mereka mau. Optimis itu baik, tapi ya jangan sampai kebablasan gitu.

Walhamdulillah, mari kita syukuri nikmat hidayah yang Alloh anugerahkan pada kita, karena tak semua orang bisa merasakan nikmat yang agung ini. Sungguh nikmat luar biasa jika kita menyadari bahwa betapa kita sangat butuh terhadap ilmu agama sebagai peta dan pedoman hidup kita di dunia ini, sementara banyak di antara teman kita yang harus sibuk dengan mimpi-mimpinya, sibuk memperhatikan penampilannya, dan sibuk dengan penilaian orang terhadapnya. Mereka selalu berusaha mempercantik lahiriahnya, namun mereka melalaikan kondisi batinnya. Mereka hanya makan untuk mencukupi kebutuhan jasmaninya, namun makanan hati mereka lupakan.
Katakanlah: ‘Maukah Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?’ Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. ”( QS. Al-Kahfi : 103-104)
Salah satu dari empat hal yang akan ditanyakan Alloh Ta’ala pada hari kiamat nanti adalah masa muda kita, Rasululloh bersabda: “Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat hingga ditanya 4 perkara; tentang umurnya untuk apa dihabiskan, MASA MUDAnya untuk apa digunakan, hartanya dari mana didapat dan ke mana disalurkan, serta ilmunya apa yang ia perbuat.” (as-Shohihah no.946)
Dan salah satu hal dari sekian hal yang sering kita jumpai di tengah pergaulan muda-mudi adalah pacaran. Ironisnya kemaksiatan yang satu ini sudah dianggap sebagai hal yang lumrah dan sudah tak asing lagi di tengah masyarakat. Padahal pacaran adalah jalan menuju perbuatan yang keji. Alloh Subhanahu wa ta’ala telah memperingatkan kita dalam firman-Nya: "Janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan seburuk-buruknya jalan." (QS. Al-Israa: 32). Seharusnya masa muda kita sibukkan dengan menghadiri majelis ‘ilmu, menghafal dan mendalami Kalamulloh dan sunnah Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berbakti pada kedua orang tua, dan sederet kegiatan positif yang mendatangkan manfaat tak hanya di dunia, namun juga untuk bekal kita di kehidupan yang kekal nanti.
Dibesarkan di tengah keluarga yang sholih dan lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai islam, serta  dipertemukan dengan teman-teman yang sholih adalah karunia besar dari Alloh Subhanahu wa ta’ala. Memiliki sahabat yang senantiasa mengingatkan, memberikan motivasi, saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran adalah nikmat Alloh yang begitu agung.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-‘asr: 1-3)
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS.Al-Kahfi: 28)
Wallaahu ta’ala a’lam...
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.



Selesai ditulis 25 April 2013, Sukoharjo yang hangat
Fatihah Kartikani




0 komentar:

Posting Komentar