Banyak yang dibuat
terlena karenanya, banyak yang tertipu dengan kesenangannya, dan terbuai dalam
angan yang melalaikan. Kata mereka, "mumpung kita masih muda banyak-banyaklah bermimpi, lakukanlah segala hal yang ingin kau lakukan, ekspresikan segala
emosi, dan bersenang-senanglah..."
Lebih kurang seperti itulah kata-kata yang sering diucapkan oleh sebagaian teman kita. Mereka bilang jalan kita masih panjang. Wahh.. pede sekali mereka. Bagaimana mereka bisa yakin bahwa mereka akan hidup selama yang mereka mau. Optimis itu baik, tapi ya jangan sampai kebablasan gitu.
Lebih kurang seperti itulah kata-kata yang sering diucapkan oleh sebagaian teman kita. Mereka bilang jalan kita masih panjang. Wahh.. pede sekali mereka. Bagaimana mereka bisa yakin bahwa mereka akan hidup selama yang mereka mau. Optimis itu baik, tapi ya jangan sampai kebablasan gitu.
Walhamdulillah, mari
kita syukuri nikmat hidayah yang Alloh anugerahkan pada kita, karena tak semua
orang bisa merasakan nikmat yang agung ini. Sungguh nikmat luar biasa jika kita
menyadari bahwa betapa kita sangat butuh terhadap ilmu agama sebagai peta dan
pedoman hidup kita di dunia ini, sementara banyak di antara teman kita yang
harus sibuk dengan mimpi-mimpinya, sibuk memperhatikan penampilannya, dan sibuk
dengan penilaian orang terhadapnya. Mereka selalu berusaha mempercantik
lahiriahnya, namun mereka melalaikan kondisi batinnya. Mereka hanya makan untuk
mencukupi kebutuhan jasmaninya, namun makanan hati mereka lupakan.
Katakanlah:
‘Maukah Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi
perbuatannya?’ Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam
kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat
sebaik-baiknya. ”( QS. Al-Kahfi : 103-104)
Salah satu dari empat
hal yang akan ditanyakan Alloh Ta’ala pada hari kiamat nanti adalah masa muda
kita, Rasululloh bersabda: “Tidak akan
bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat hingga ditanya 4 perkara;
tentang umurnya untuk apa dihabiskan, MASA
MUDAnya untuk apa digunakan, hartanya dari mana didapat dan ke mana
disalurkan, serta ilmunya apa yang ia perbuat.” (as-Shohihah no.946)
Dan salah satu hal dari sekian hal yang sering kita
jumpai di tengah pergaulan muda-mudi adalah pacaran. Ironisnya kemaksiatan yang
satu ini sudah dianggap sebagai hal yang lumrah dan sudah tak asing lagi di
tengah masyarakat. Padahal pacaran adalah jalan menuju perbuatan yang keji.
Alloh Subhanahu wa ta’ala telah memperingatkan kita dalam firman-Nya: "Janganlah kalian mendekati zina.
Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan seburuk-buruknya jalan."
(QS. Al-Israa: 32). Seharusnya masa muda kita sibukkan dengan menghadiri
majelis ‘ilmu, menghafal dan mendalami Kalamulloh dan sunnah Rasululloh
Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berbakti pada kedua orang tua, dan sederet
kegiatan positif yang mendatangkan manfaat tak hanya di dunia, namun juga untuk
bekal kita di kehidupan yang kekal nanti.
Dibesarkan di tengah keluarga yang sholih dan
lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai islam, serta dipertemukan dengan teman-teman yang sholih
adalah karunia besar dari Alloh Subhanahu wa ta’ala. Memiliki sahabat yang
senantiasa mengingatkan, memberikan motivasi, saling menasihati dalam kebaikan
dan kesabaran adalah nikmat Alloh yang begitu agung.
“Demi
masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya mentaati
kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.”
(QS. Al-‘asr: 1-3)
“Dan
bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi
dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu
berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah
kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami,
serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS.Al-Kahfi:
28)
Wallaahu ta’ala a’lam...
Alhamdulillahilladzi
bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa
‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Selesai ditulis 25 April 2013, Sukoharjo
yang hangat
Fatihah Kartikani








0 komentar:
Posting Komentar