(1) Hendaknya kita menyadari betapa
hina, buruk, dan rendah perbuatan maksiat. Dan hendaknya kita memahami bahwa
Alloh mengharamkan maksiat dalam rangka menjaga hamba dari perkara-perkara keji
dan rendah, seperti penjagaan ayah yang sangat sayang kepada anaknya dari
bahaya.
(2) Malu kepada Alloh Ta’ala
Jika seorang hamba menyadari
pandangan Alloh yang selalu mengawasi dirinya dan menyadari betapa tinggi
kedudukan Alloh dan dia menyadari bahwa perbuatannya dilihat dan didengar
Alloh, tentu dia akan malu apabila dia melakukan hal-hal yang dapat membuat
murka Rabbnya dan rasa malu itu akan menyebabkan terbukanya mata hati yang akan
membuat kita bisa melihat seolah-olah kita sedang berada di hadapan Alloh
Ta’ala.
(3) Senantiasa menjaga nikmat Alloh
Ta’ala kepada kita dan mengingat-ingat perbuatan baik-Nya kepada kita. Jika
kita mendapat limpahan nikmat maka mari kita jaga jangan sampai lenyap, karena
maksiat melenyapkan nikmat. Barangsiapa tidak bersyukur dengan nikmat Alloh
maka dia akan disiksa dengan nikmat itu.
(4) Merasa takut kepada Alloh dan khawatir tertimpa
hukuman-Nya.
(5) Mencintai Alloh, dan karena seorang kekasih tentu akan menaati
sosok yang dikasihinya. Dan sesungguhnya maksiat itu muncul diakibatkan oleh
lemahnya rasa cinta.
(6) Menjaga kemuliaan dan kesucian diri serta memelihara kehormatan
dan kebaikannya. Dan perkara-perkara inilah yang akan bisa membuat diri kita
merasa mulia dan akan meninggalkan berbagai perbuatan maksiat.
(7) Memiliki kekuatan ilmu tentang
betapa buruknya dampak maksiat dan juga bahaya yang timbul sesudahnya, yaitu
berupa muramnya wajah, kegelapan hati, sempitnya hati, dan gundah gulana yang
menyelimuti diri, dan karena dosa-dosa itu akan membuat hati menjadi
mati.
(8) Memupus buaian angan-angan
Hendaknya setiap insan
menyadari bahwa dia tidak akan tinggal selamanya di dunia dan dia sadar bahwa
dirinya hanyalah sebagaimana tamu yang singgah, sehingga tidak semakin menambah
berat tanggungan dosanya dengan maksiat.
(9) Menjauhi sikap berlebihan dalam hal makan, minum, dan berpakaian. Dan
di antara sebab lain yang membahayakan bagi seorang hamba adalah sehat dan
waktu senggang, karena jiwa manusia itu tidak mau diam sehingga jika dia tidak
disibukkan dengan hal-hal bermanfaat maka dia akan disibukkan dengan hal-hal
yang berbahaya.
(10) Kokohkan pohon keimanan
yang tertanam kuat di dalam hati, dan kesabaran hamba untuk menahan diri dari
perbuatan maksiat itu sangat tergantung kekuatan imannya. Ketika imannya kokoh
maka kesabarannya pun akan kuat dan apabila imannya melemah maka sabarnya pun
melemah. Dan barangsiapa yang menyangka bahwa dia akan sanggup meninggalkan
berbagai macam penyimpangan dan perbuatan maksiat tanpa dibekali keimanan yang
kokoh maka sungguh dia telah keliru.
(diketik ulang dari SMS Da’wah Al-Furqan)







0 komentar:
Posting Komentar