Sabtu, 08 September 2012

10 Nasihat Ibnul Qayyim untuk Menggapai Kesabaran Diri agar Tidak Terjerumus dalam Maksiat :

 (1)   Hendaknya kita menyadari betapa hina, buruk, dan rendah perbuatan maksiat. Dan hendaknya kita memahami bahwa Alloh mengharamkan maksiat dalam rangka menjaga hamba dari perkara-perkara keji dan rendah, seperti penjagaan ayah yang sangat sayang kepada anaknya dari bahaya.
(2)  Malu kepada Alloh Ta’ala
        Jika seorang hamba menyadari pandangan Alloh yang selalu mengawasi dirinya dan menyadari betapa tinggi kedudukan Alloh dan dia menyadari bahwa perbuatannya dilihat dan didengar Alloh, tentu dia akan malu apabila dia melakukan hal-hal yang dapat membuat murka Rabbnya dan rasa malu itu akan menyebabkan terbukanya mata hati yang akan membuat kita bisa melihat seolah-olah kita sedang berada di hadapan Alloh Ta’ala.


(3)  Senantiasa menjaga nikmat Alloh Ta’ala kepada kita dan mengingat-ingat perbuatan baik-Nya kepada kita. Jika kita mendapat limpahan nikmat maka mari kita jaga jangan sampai lenyap, karena maksiat melenyapkan nikmat. Barangsiapa tidak bersyukur dengan nikmat Alloh maka dia akan disiksa dengan nikmat itu.
(4)   Merasa takut kepada Alloh dan khawatir tertimpa hukuman-Nya.
(5)  Mencintai Alloh, dan karena seorang kekasih tentu akan menaati sosok yang dikasihinya. Dan sesungguhnya maksiat itu muncul diakibatkan oleh lemahnya rasa cinta.
(6)  Menjaga kemuliaan dan kesucian diri serta memelihara kehormatan dan kebaikannya. Dan perkara-perkara inilah yang akan bisa membuat diri kita merasa mulia dan akan meninggalkan berbagai perbuatan maksiat.
(7)   Memiliki kekuatan ilmu tentang betapa buruknya dampak maksiat dan juga bahaya yang timbul sesudahnya, yaitu berupa muramnya wajah, kegelapan hati, sempitnya hati, dan gundah gulana yang menyelimuti diri,  dan karena dosa-dosa itu akan membuat hati menjadi mati.
(8)  Memupus buaian angan-angan
        Hendaknya setiap insan menyadari bahwa dia tidak akan tinggal selamanya di dunia dan dia sadar bahwa dirinya hanyalah sebagaimana tamu yang singgah, sehingga tidak semakin menambah berat tanggungan dosanya dengan maksiat.
(9) Menjauhi sikap berlebihan dalam hal makan, minum, dan berpakaian. Dan di antara sebab lain yang membahayakan bagi seorang hamba adalah sehat dan waktu senggang, karena jiwa manusia itu tidak mau diam sehingga jika dia tidak disibukkan dengan hal-hal bermanfaat maka dia akan disibukkan dengan hal-hal yang berbahaya.
(10)  Kokohkan  pohon keimanan yang tertanam kuat di dalam hati, dan kesabaran hamba untuk menahan diri dari perbuatan maksiat itu sangat tergantung kekuatan imannya. Ketika imannya kokoh maka kesabarannya pun akan kuat dan apabila imannya melemah maka sabarnya pun melemah. Dan barangsiapa yang menyangka bahwa dia akan sanggup meninggalkan berbagai macam penyimpangan dan perbuatan maksiat tanpa dibekali keimanan yang kokoh maka sungguh dia telah keliru.


(diketik ulang dari SMS Da’wah Al-Furqan)

0 komentar:

Posting Komentar