Luka bakar
merupakan kecelakaan di rumah yang sering terjadi. Sering kali kita mendengar
seorang anak yang terkena siraman minyak panas, atau terkena kuah bakso penjual
bakso dll. Penyebab luka bakar selain terbakar api langsung atau tidak langsung, juga
dapat terjadi karena pajaran suhu tinggi dari matahari, terkena listrik, maupun
bahan kimia. Beratnya luka bakar ditentukan oleh kedalaman luka bakar, luas luka bakar dan
daerah luka bakar tersebut.
DERAJAT LUKA BAKAR
Kedalaman luka bakar ditentukan oleh tingginya suhu dan lamanya paparan suhu
tinggi tersebut. Selain karena terkena api langsung pada tubuh, baju yang ikut
terbakar juga memperdalam luas luka bakar. Bahan baju yang aman adalah bahan
baju yang terbuat dari kain wol. Bahan sintetis seperti nilon dan dakron selain
mudah terbakar juga mudah lumer oleh suhu tinggi, sehingga menjadi lengket dan
memperberat derajat luka bakar.
Luka Bakar Derajat I : hanya mengenai epidermis, sembuh sendiri dalam waktu 5-7
hari. Kulit terihat kemerahan dan terasa nyeri pada daerah setempat. Misal :
akibat tersengat matahari.
Luka Bakar Derajat II : luka mencapai kedalaman dermis, masih ada elemen epite
yang sehat. Luka dapat sembuh sendiri dalam 2-3 minggu. Gejala yang timbul :
nyeri, adanya gelembung atau bula berisi cairan pada daerah luka.
Luka Bakar Derajat III : Luka meliputi seuruh kedalaman kulit dan mungkin
subkutis atau organ yang lebih dalam. Tidak ada elemen epitel hidup yang
tersisa yang memungkinkan penyembuhan luka dari dasar luka. Kulit tampak
abu-abu gelap atau hitam dengan permukaan jaringan lebih rendah dibanding kulit
sekeilingnya yang masih sehat.Tidak ada bula dan tidak terasa nyeri.
PERTOLONGAN PERTAMA
Upaya pertama saat terbakar adalah segera mematikan api, misalnya dengan
menyelimuti dan menutup bagian yang terbakar untuk segara mematikan api. Korban
dapat mengusahakan dengan cepat menjatuhkan diri dan berguling-guling untuk
mencegah meluasnya bagian pakaian yang terbakar. Kontak dengan bahan yang panas
juga harus cepat diakhiri misalnya dengan mencelupkan bagian yang terbakar atau
menceburkan diri ke air dingin, atau melepaskan baju yang tersiram air panas.
Segera mendinginkan darah yang terbakar dan mempertahankan suhu dingin pada jam
pertama. Oleh karena itu merendam bagian tubuh yang terbakar selama lima belas
menit pertama di dalam air sangat bermanfaat untuk menurunkan suhu jaringan
daeran yang terbakar sehingga kerusakan akibat luka bakar lebih dangkal dan
dapat diperkecil. Pencelupan atau penyiraman luka yang terbakar dapat dilakukan
dengan air apa saja yang dingin, dan tidak usah steril.
Pertolongan pertama setelah sumber panas dimatikan, disingkirkan atau
dihilangkan adalah dengan merendam daerah luka bakar di dalam air atau
menyiraminya dengan air yang mengalir sekurang-kurangnya lima belas menit.
Pada luka bakar ringan, prinsip penanganan utama adalah mendinginkan daerah
yang terbakar dengan air, mencegah infeksi dan memberi kesempatan sisa-sisa
epitel untuk menutup permukaan luka. Luka dapat dirawat dengan perawatan secara
tertutup atau terbuka. Perawatan dapat dilakukan dengan mengoleskan luka dengan
antiseptik dan membiarkannya terbuka (pada perawatan terbuka). Antiseptik yang
biasa digunakan adalah larutan Povidon Iodin (Betadin). Pada perawatan tertutup
setelah luka diolesi cairan antiseptik, luka ditutup dengan pembalut steril.
Sumber : Buku Ajar Bedah, EGC Kedokteran Jakarta







0 komentar:
Posting Komentar