Segala
puji bagi Alloh dengan segala sifat-Nya yang terpuji, Rabb semesta alam, Yang
Maha Menciptakan semua makhluk-Nya lagi Maha Menegakkan langit dan bumi.
Shalawat dan salam semogaterlimpahkan
pada sayyidul awwalin wal akhirin, penutup
para nabi dan rasul, seluruh keluarga, dan para sahabatnya.
Saudaraku… Istiqamah merupakan perkara agung dan tidak
bisa diremehkan, yang diberikan oleh Alloh kepada hamba-Nya yang dikehendaki. Istiqamah
secara bahasa yaitu al i’tidal: lurus
: mengarahkan kepada
Alloh, bukan selain-Nya. Sedangkan istiqamah secara
istilah yaitu senantiasa
taat kepada Alloh. Istiqamah yaitu tidak berlebihan
(ghuluw) dan tidak meremehkan, akan tetapi
istiqamah adalah sikap tengah dalam segala perkara, dalam ucapan dan perbuatan.
“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar,
sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta
kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang
kamu kerjakan.” (QS. Huud: 112)
“Sesungguhnya
orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Alloh",
kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran
terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.” (QS.Al-Ahqaaf: 13)
Dari Sufyan bin
Abdullah al-Tsaqafy, ia berkata; Aku pernah bertanya; Wahai Rasulullah! Beritahukanlah kepadaku satu
ucapan dalam Islam yang tidak akan
kutanyakan lagi kepada selainmu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam
bersabda,” Ucapkanlah; Aku beriman kepada Alloh , lalu Istiqamahlah”. (HR.Muslim).
Pembagian
istiqamah
1. Istiqamah dzahir, yaitu melalui ucapan dan perbuatan
2. Istiqamah bathin, yaitu dengan hati mngimani.
Keutamaan istiqamah
1 1. Hilangnya rasa takut dan sedih
di dunia dan di akhirat, serta mendapat
surga.
Sesungguhnya
orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Alloh" kemudian
mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka
dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan
gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu." (QS. Fushshilat: 30)
Al-Qadhi ‘Iyadh
rahimahullah mengatakan bahwa yang dimaksud oleh ayat tersebut (QS. Fushshilat: 30) adalah orang-orang
yang mentauhidkan Alloh
dan beriman kepada-Nya lalu istiqomah dan tidak berpaling dari tauhid. Mereka
konsisten dalam melaksanakan ketaatan kepada Alloh subhanahu wa ta’ala sampai akhirnya
mereka meninggal dalam keadaan itu (lihat Syarh Nawawi [2/92]).
2 2. Mendapat
perlindungan dan pertolongan
Alloh, serta mendapat
kesenangan
yang diinginkan.
“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia
dan akhirat, di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan
memperoleh apa yang kamu minta. Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Alloh) Yang
Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Fushshilat:
31-32)
Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas
radhiallahuanhuma, beliau berkata : Suatu saat saya berada dibelakang Nabi shollallohu
‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: Wahai ananda, saya akan mengajarkan
kepadamu beberapa perkara: Jagalah Alloh, niscaya dia akan menjagamu, Jagalah
Alloh niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah
kepada Alloh, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Alloh…” (HR. Tirmidzi: hasan shahih).
3 3. Mudah mendapat rizqi
dari Alloh
Imam al-Qurtubi berkata, "Hati yang istiqamah
adalah hati yang senantiasa lurus dalam
ketaatan kepada Alloh, baik berupa keyakinan, perkataan, maupun perbuatan." Hati yang
istiqamah adalah jalan menuju keberhasilan di dunia dan keselamatan dari azab akhirat.
Hati yang istiqamah akan membuat seseorang dekat dengan kebaikan, rezekinya
akan dilapangkan dan akan jauh dari hawa nafsu dan syahwat. Dengan hati yang
istiqamah, maka malaikat akan turun untuk memberikan keteguhan dan keamanan
serta ketenangan dari ketakutan terhadap adzab kubur. Hati yang istiqamah akan
membuat amal diterima dan menghapus dosa.
4 4. Mendapatkan
khusnul khotimah.
Beberapa
kiat supaya istiqamah di bangku kuliah di antaranya:
1 1. Senantiasa
menuntut ilmu syar’i, mengamalkan,
dan mendakwahkan sesuai
kemampuan.
“... Alloh akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat. Dan Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan. “ (QS. Al-Mujadilah: 11).
“... dan
katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
(QS. Thaha: 114).
Sesungguhnya
mempelajari ilmu agama (tafaqquh fiddin) termasuk amalan yang paling utama
dan termasuk tanda kebaikan pada seseorang. Rasulullah shalallahu
‘alaihi wasallam bersabda,
“Barangsiapa dikehendaki
baginya kebaikan oleh Alloh, Maka Dia akan memberikan pemahaman agama
kepadanya.” (Muttafaqun ‘alaihi. Shahih Bukhari: 71 dan Shahih Muslim: 1037)
Ilmu juga merupakan makanan pokok
bagi jiwa, yang karenanya jiwa akan menjadi hidup dan jasad akan memiliki adab.
Oleh karena itu, Islam mewajibkan ummatnya, baik laki-laki maupun perempuan,
untuk menuntut ilmu. طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ .
“Menuntut ilmu
wajib bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah no. 224)
2 2. Senantiasa
khasyyah (takut) kepada Alloh
di manapun berada.
“Sesungguhnya
orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka.”
(QS. Al-Mu’minuun: 57)
“Mereka takut kepada Tuhan mereka
yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).” (QS. An-Nahl: 50)
“Tujuh (golongan)
yang akan diberi naungan oleh Alloh pada naungan-Nya di hari yang
tidak ada naungan kecuali naungan-Nya... (di antaranya): Seorang laki-laki yang
menyebut Alloh di tempat yang sepi sehingga kedua matanya meneteskan
air mata.” (HR. al-Bukhâri, no. 660; Muslim, no. 1031).
3 3. Yakin
akan muraqabah (pengawasan
dari Alloh) dan malaikat mencatat setiap perbuatan kita.
“... dan Dia bersama kamu di mana saja
kamu berada. Dan Alloh Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS.
Al-Hadiid: 4)
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam beliau bersabda
: Bertakwalah kepada Alloh di mana saja kamu berada... “ (HR. Tirmidzi: hasan shahih)
Semua perbuatan manusia dicatat oleh malaikat dan akan mendapat balasan yang seimbang. “Padahal
sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),
yang mulia (di sisi Alloh) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka
mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.
Al-Infithaar: 10-12).
4 4. Memilih kuliah di
tempat yang aman
dari fitnah syahwat dan fitnah syubhat.
Di
antara hal-hal yang dapat menghindarkan kita dari bahaya fitnah
syahwat yaitu dengan
menundukkan
pandangan, menghindari
ikhtilat (campur baur antara laki-laki dan perempuan), dan menutup aurat sesuai syari’at. “Katakanlah kepada wanita yang beriman:
"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah
mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya...”
(QS. An-Nuur:31).
Fitnah
syubhat di antaranya adalah pemikiran-pemikiran menyimpang (sesat), seperti
ilmu kalam dan ilmu filsafat. Jika kita memiliki kemampuan untuk mnghindari
dari mempelajari ilmu yang menyimpang ini, maka hendaklah kita hindari.
1 5. Berteman
dengan orang-orang sholih dan memilih lingkungan yang islami
2 6. Ingat
akhirat
3 7. Banyak
beristighfar
“...dan mohonlah ampun kepada Alloh.
Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS.An-Nisa’: 106)
“Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu
kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.”
(QS. Hud: 90).
4 8. Banyak
berdzikir pada
Alloh
“... dan ingatlah Alloh banyak-banyak
supaya kamu beruntung.” (QS.
Al-Jumu’ah:10)
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan
hati mereka manjadi tentram dengan mengingat Alloh. Ingatlah, hanya dengan
mengingat Alloh-lah hati menjadi tentram.” (QS.Ar-
Ra’d: 28).
5 9.
Meletakkan cinta
kepada Alloh di atas segala-galanya
“... adapun orang-orang yang beriman
amat sangat cintanya kepada Alloh...” (QS. Al-
Baqarah: 165).
6 10.
Pertengahan di
dalam amal sholih (tidak berlebihan dan tidak
meremehkan)
“Amal yang paling dicintai Alloh
adalah amal yang terus menerus walau sedikit.” (HR.
Muslim).
7 11.
Mempelajari
kisah orang-orang sholih terdahulu
Hal ini diharapkan
agar kita bisa mengambil pelajaran dari mereka. Bagaimana kesabaran mereka
ketika menghadapi ujian yang berat, kejujuran mereka dalam
bersikap, dan keteguhan mereka dalam mempertahankan keimanan. Sebagaimana firman Alloh
, " Sesungguhnya pada kisah-kisah
mereka itu terdapat
pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. al-Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan
tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang
sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi
kaum yang beriman.” (QS. Yusuf: 111).
8 12.
Banyak berdoa
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau
jadikan hati kami condong pada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada
kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena
sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)."(QS.
Ali-Imran: 8).
Untuk menjaga
keistiqamahan, Syaikh Abu Mushab dalam kitabnya al-
Ilmam fi Asbaab Dho’ fi al-Iltizam menyebutkan
beberapa perbuatan yang bisa melemahkan
keistiqamahan di antaranya lemahnya keikhlasan, kurangnya ilmu syar’i dan jauhnya dari ahli agama,
futur, lemahnya muhasabah, sibuk dengan
keluarga, al-Faudhawiyah (kesemrawutan), sibuk dengan aib orang lain, tidak menghargai waktu, bergaul
dengan orang yang tidak baik, dan tidak
mempunyai semangat dan harapan. Akhirnya
marilah senantiasa kita berdoa kepada Alloh supaya Alloh
memberikan kita keistiqamahan hati di dalam agama-Nya
sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah
seperti yang diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi, beliau
berdoa:
يا مقلب القلوب ثبت قلبي على د ينك
“Yaa Muqallibal
quluub tsabbit qalbii ‘ala diinik..”(Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hati
kami di atas Agama-Mu).
Wallaahu ta’ala a’lam..
(catatan kecil dari kajian ust. Abu Farhan,
dengan penambahan)
Selesai ditulis di Solo, 26 Rabi'ul awal 1434 H senja gerimis
Fatihah Kartikani, Pharmacy ’10
Maraji’:
Al-Quranul kariim.
Maktabah Abu Salma al-Atsari. 2007. Istiqamah
di Jalan Allah.
Syarhul Arba’iina Hadiitsan an-Nawawiyah.








0 komentar:
Posting Komentar